Instagram: @deriandharmadi
Facebook: facebook.com/DerianDharmadi
Twitter: twitter.com/DJ_D3RRY
Youtube: youtube.com/c/deriandharmadi
G+: google.com/+deriandharmadi

...
Jangan lupa follow Saya di Instagram: @deriandharmadi
Cukup komentar untuk minta followback dan tidak akan di unfollow selama kamu tetap follow Saya. �� ��
Sebelumnya Saya akan bercerita sedikit mengenai diriku:
Saat ini aku masih dalam pemulihan. ��
Beratku sekarang sudah 73 KG, badan terasa lebih sehat dari sebelumnya. ��
Hal penting yang ingin aku sampaikan jangan coba-coba main dengan obat, semua macam obat mempunyai efek samping yang tentunya berbahaya. Ayo hidup sehat tanpa obat-obatan. ��
Sejak April (ulang tahunku) aku sakit hingga kini masih dalam pemulihan.
Berbagai kesedihan dan kesusahan ku alami, cobaan bertubi-tubi menghampiri, di rumah hanya bisa tidur kesakitan dengan kasur yang sudah rusak membuat punggungku semakin sakit juga dengan panasnya udara tanpa AC. Namun aku tetap percaya akan pertolongan Tuhan Yesus dan aku selalu berdoa dan mengucap syukur. ��
Terima Kasih kepada saudaraku seiman yang telah membantu keuanganku selama ini sehingga aku masih bisa makan dan melakukan aktifitas seperti pergi ke Gereja. Total bantuan: -+ Rp.5,000,000 selama 8 bulan ini. Aku menyayangi kalian semua dan akan membalas kebaikan kalian semua suatu saat nanti. ��
�� Mohon doa serta bantuannya. Karna saat ini kemungkinan aku sudah tidak bisa bekerja berat lagi. Kondisi badanku sangat lemah.
Semoga ada mukjizat yg terjadi dalam hidupku. Amin.
�� Jika aku sudah sehat dan kembali bekerja aku berjanji mau menjadi orang baik
- Selalu membantu siapa saja yang kesusahan.
- Aktif dalam pelayanan Gereja, bahkan lebih dari satu kebaktian di hari Minggu, serta menjadi pengurus dalam berbagai acara.
- Sekitar -+ 20% penghasilanku adalah untuk Gereja.
- Membantu Ekonomi Keluarga.
- Menabung -+ 25% penghasilanku per bulan.
- Dan tentunya bekerja dengan bersungguh-sungguh.

...
Saya sedang sakit dan dalam masa pemulihan dan belum kembali bekerja.
Mohon bantuan Dana bagi saudara yang berkecukupan serta dermawan, Dana untuk membantu Ekonomi Keluarga Saya.
Dapat di transfer ke Rekening BCA: 0762201729. A/N Derian Dharmadi. BCA KCP Tanjung Duren.
Berapapun jumlahnya itu sangat berarti bagi kami.
Kontak Saya: 0899-06106-02.
Terima Kasih atas kebaikan saudara. Tuhan Memberkati. :)

Kamis, 17 Desember 2015

Kesaksian Hidupku

👇 ====Yuk Dibaca==== 👇

Aku adalah penderita Cushingoid atau biasa disebut Sindrom Cushing. Ingin tahu lebih lengkap penyakit apa itu kamu bisa Googling. Tapi aku akan cerita sedikit apa yang aku ketahui dan aku alami saat ini.
Awalnya Aku menderita alergi gatal-gatal, eksim, atau makanan seperti seafood telur dll.
Mungkin sekitar SMP aku sudah mulai menggunakan obat bernama CTM, obat ini cukup aman, aku mendapat dari klinik hidup baru di Gereja GKY Greenville. Tidaklama kemudian obatku diganti dengan Bufacaryl. Karna di pasaran ada maka aku memutuskan untuk membeli sendiri dan tidak melakukan kontrol lagi ke dokter.
Waktu berselang lama sejak aku SMA aku mulai mengalami gemuk, tadinya aku kira efek dari operasi Hernia saat aku SMP kelas 3 karna Dokter bilang seperti itu. Ya aku santai saja, badanku semakin gemuk tidak karuan. Setelah beberapa lama, mungkin sudah 5 tahun lebih aku konsumsi bufacaryl (steroid) ini.
Sekarang tahun 2015 Aku mengalami berbagai penyakit.
Tulangku sangat sakit, di punggung pernah membengkak sarafnya dan terjepit, badanku gendut dan terasa sesak, rambutku mengalami kerontokan, kulitku semua menipis hingga bergaris merah (selulit) diseluruh tubuhku, mencret, sakit lambung, jantung, paru dll.
Intinya berhati-hatilah dengan obat-obatan. Apalagi yg mengandung steroid seperti dexamethason, jamu, dll.
Aku juga diajak teman kecilku mencobai obat saat SMA.
Pertama kali aku dikasih obat kuning berhuruf m. Biasa disebut Mersi (heximer) obat parkinson. Katanya enak.
Awal aku main 4 butir, badanku melayang enteng, benda menaljadi keras, semua terlihat terang dan indah, wanita sexy dan cantik menggoda, makanan menjadi sangat enak bagaikan di restoran, dll. Aku sedikit takut karna aku tidak mau terjerat narkoba, setiap aku ditawari aku mengeceknya di internet. Lalu aku bermain dgn Dextro, Tramadol, dan terakhir Alprazolam.
Tapi aku memakai ini tidak rutin, hanya pada saat BT, kesal, stres, dll. Dan hanya mengkonsumsi sedikit biasanya, seperi Mersi dan Zolam hanya 1 sehari.
Banyak orang lain menjadi korban obat-obatan, mereka tidak bisa lepas dengan mudah dan mengalami kesakitan yang luar biasa, jadi jangan coba-coba, kalau kamu kecanduan segera konsultasikan ke Dokter sebelum terlambat, tidak usah malu, Dokter akan membantumu.
Saat itu aku sudah bekerja, lalu aku megalami batuk yang tidak sembuh-sembuh hampir 2 bulan. Tadinya aku bandal hanya minum obat bodrex dll ya lumayan hanya menangkal saja. Saking sakitnya aku putuskan ke klinik tomang 24 jam. 🏪 Aku diberi obat antibiotik dan dexametason (steroid). Lalu kedua kalinya dikasih juga obat sirup.
Karna tak kunjung sembuh dan perutku terasa sakit, punggungku seperti kejepit dan mau patah, lalu aku memutuskan ke RS. Puji Tuhan saat itu sudah ada BPJS yg dibuatkan oleh perusahaan tempat aku bekerja.
Aku mengurus BPJS bersama orang tuaku dan berobat ke RS BHAKTI MULIA. 🏥
(4, 6 dan 10 April) Disana aku bertemu dengan Dr. Anugrahini Sp. PD. Setelah dia memeriksa tubuhku serta membuka bajuku untuk di periksa dan stetoskop, lalu ia menanyaiku, suka buka internet gak ? Aku jawab suka. Lalu ia menuliskan sesuatu "cushing" coba kamu cari ini. Tadinya aku mau dirawat inap karna terlihat cukup parah, dadaku sesak dll, tapi semua kamar penuh.
Setelah di Rumah aku Googling, aku baca dan hampir keseluruhan memang tubuhku seperti itu.
Beberapa hari di rumah (9 April) tubuhku sangat tidak kuat, terasa ingin mati saja, lalu aku ke RS terdekat RS Sumber Waras 🏥, aku ke IGD tidak dilayani sama sekali katanya coba daftar ke penyakit dalam saja, dokter masih ada, setelah itu aku diperiksa oleh dokter sarap gendut dan suka naik sepeda, aku hanya diperiksa sedikit disalahkan mencari obat di google padahal dr Dokter dan tidak diberi obat samasekali, dia terburu-buru pulang dgn sepeda roda tiganya, sungguh pelayanan yg sangat buruk, minta rawat inap-pun katanya penuh semua. Akhirnya aku memutuskan langsung ke RS Tarakan, dadaku sangat sakit, tulangku terasa pegal sekali, disana aku langsung ke IGD, walaupun sedikt berdebat karna tidak ada rujukan (padahal pihak puskesma bilang bahwa kalau gawat darurat BPJS bisa tanpa rujukan) akirnya ada seorang yg lebih pintar, ia tahu hal ini dan aku disuruh berbaring di kasur di ruang IGD. Aku dikasih oksigen, periksa EKG jantung dan darah, setelah mendapat hasil katanya tidak gawat ataupun darurat sehingga tidak di ijinkan rawat inap, tapi setidaknya pelayanan disini sigap dan ramah tidak seperi di RS Sumber Waras seperti di usir.
Aku bangun dengan dibantu perawat laki-laki karna punggungku bagaikan patah.
Baiklah aku pulang saat itu.
Lalu beberapa hari kemudian aku kembali ke RS BHAKTI MULIA aku minta dirawat inap saja, karna aku sangat sakit, pengap sesak tulangku sangat sakit sampai susah bangun dari tempat tidur setiap hari. Dan kamar masih penuh katanya, lagipula disana tidak ada dokter yang ahli menangani penyakit ini, lalu aku dirujuk untuk ke RS Tarakan...
11 April aku bertemu Dr. Shirly Sp. PD. Aku dirujuk ke beberapa Dokter untuk melakukan pemeriksaan.
Aku dirujuk ke Dr Jantung, USG Abdomen, Dr Paru, Lab cek darah, serta Dr. Kulit.
(Lanjutan post sebelumnya 👇👇👇)
13 April aku melakukan pengecekan jantung oleh Dr. Tike Pratikno Sp. JP. Aku langsung di USG Jantung olehnya, katanya ada sedikit pembesaran atau pembengkakan, serta gagal jantung. 😨
14 April gagal ke RS Tarakan karna sekit di perjalanan.
16 April ke Dr. Ganda Sp. Paru. Sekalian dengan cek darah dan reak.
18 April Poli Kulit.
21/4 ke Dr. Budhiarso Sp. R. Melakukan USG Abdomen.
Setelah semua sudah, saatnya kembali ke Dr. Shirly untuk memberikan semua hasil.
Dan katanya benar ini penyakit Cushing, dan ini sudah cukup parah. Namun di RS Tarakan tidak ada ahli penyalit Endokrin hanya ada di RS Pelni atau RSCM lalu dirujuk ke RSCM. 🏥
25 April hari Sabtu ternyata tutup, dan setelah pikir-pikir ongkos taxi kesana cukup mahal, dihari Sabtu yg lancar sajah 60K lebih 🚖. Bagaimana kalau macet bisa 100K sekali perjalanan.
Akhirnya yasudah buat rujukan baru untuk ke RS Pelni saja, disana ada 2 Dokter ahli Endokrin. Yg satu Profesor.
12 & 26 Mei ke Dr. Tri Juli Edi Tarigan Sp. PD. Dia cukup ahli walau bukan Prof. Tetapi ia nanya kenapa ke Saya dan dia bilang ini mah seharusnya Dr. Sp. PD (penyakit dalam) bisa menangani ini, tapi entah aku di oper dari Bhakti Mulia, ke Tarakan, baru kesini.
Akhirnya aku diberi sebuah obat yg hampir mirip dengan bufacaryl. Mengapa ? Karna aku mengkonsumsi obat ini sudah lama maka tidak bisa dicabut atau putus begitu saja, malah akan sakit hampir mati rasanya.
Obat pengganti ini akan sedikit demi sedikit dikurangi dosisnya lalu dicabut.
26 Juni aku kembali daftar ke Dr. Tri Juli tetapi secara mendadak ia pergi umroh, terpaksa coba ke Dr penyakit dalam lainnya, dan ada, namanya Dr. Robert Sinto SP. PD, dan ternyata ia tahu tentang penyakit ini. Selesai dari Dr. Robert aku kembali mencoba daftar kembali ke Dr. Tri Juli, beberapa hari kemudian mendapat tlp bahwa Dr. Tri mengambil cuti akhirnya yasudah kembali ke Dr. Robert Sinto saja. Lagipula Dr. Tri adalah Dr. yg banyak pelanggan karna keterampilannya, sementara aku tidak bisa menunggu antri lama, pasiennya Dr. Tri sangat banyak.
31 Jul dan 14 Agus masih ke Dr. Robert Sinto, pada 14 Agus minta untuk endoskopi karna lambungku sangat sakit. Akhirnya dirujuk ke Dr. Agus W. SP. Hati dan Cerna.
8 Sept ke Dr. Agus. Lalu akan dijadwalkan untuk endoskopi nanti dapat panggilan melalui tlp apabila kamar sudah siap.
9 Sept dapat tlp tapi tidak kejawab, 10 Sept dapat tlp kembali dan untung kejawab. Diterangkan langsung datang ke Admission Center antar pkl 16-17. Jangan batal katanya, karna banyak yg antri kamar, bisa di cancel. 😱
Aku berangkat sekitar jam 3 sampai sana hampir jam 4. Dapat No. Antrian 108. Lama menunggu dan lewat jam 5 sore, aku takut kamar dibatalkan, saat aku dipanggil aku didaftarkan dan benar sudah dipakai orang lain 😨, untungnya masih ada kamar kosong 😱, dan jam 6 aku diantar ke ruang akut care, aku kira sudah harus puasa, ternyata puasa mulai jam 12 malam tidak boleh makan minum, hanya makan angin.
Aku tidak bawa bekal, dan aku masuk kamar telat dari jam makan, sehingga aku menahan lapar. Tadinya kata suster tindakan biasanya dilakukan jam 8 pagi, ternyata pending sampai jam 10 lewat, sampai di ruang endoskopi ternyata aku terlewat atau belum terdaftar disana, dan Dr. nya pum sudah di ruangan, lalu di tlp oleh suster dan beberapa menit kemudian datanglah Dr. Agus.
Dulu proses endoskopi memang cukup seram, karna tidak di bius tidur dan terasa seperti tertelan sendok.
Tapi saat ini tidak...!!!
👉 Aku tidur disebuah ranjang dgn 2 buah pembatas, lalu disuruh tidur miring ke kiri. Aku disemprotkan cairan yg katanya tidak enak namun menurutku enak 😋 hanya sedikit asam, lalu aku disuruh tahan lalu telan perlahan, tak lama lidah dan tenggorokanku kaku. 😷
Mulutku dimasukan semacam pipa untuk mengganjal mulutku agar tetap terbuka. Setelah itu aku mau di bius, namun infusan kiri bengkak pantas saja nyeri, lalu pasang baru di kanan, dan setelah itu cus obat bius, terasa sedikit ada yg berjalan di uratku, tidak lama aku tertidur nyenyak. Saat aku bangun aku bertanya kpd suster sudah ya ? Iya sudah. Wah samasekali tidak terasa apa-apa, dan aku cukup cepat pulihnya dibanding orang lain 👏. Lalu aku dintar kembali dgn kasur ke ruang akut care. Katanya sudah boleh makan minum kalau sudah enak dan bisa menelan.
Aku sangat kelaparan, aku minum dahulu, lalu makan roti polos manis sambil menunggu makan siang, saat makan siangpun aku sangat lahap sampai bersih 👏, lalu kata suster hari ini udah bisa pulang. Lalu aku sms mamahku yg sedang berobat ke dokter syaraf, aku bilang ambil yg jam 5 saja, siapa tahu boleh minta makan, malah mamahku mendapat info dr orang malah katanya biasanya juga ngaret kok, tenang ajah, bisa jam 7 malam malah. Akhirnya setelah aku makan sore, sekitar jam 6 aku pulang. Tadinya mau langsung ke Dr. Robert, ternyata tidak bisa karena 1 hari hanya 1 dokter.
Aku sempat di cas cus jarum suntik 5 kali loh. Karena kulitku sangat tipis dan susah mencari urat yang cocok. Atau karena susternya kurang bisa dan ketakutan melihat tanganku yang kulitnya sangat tipis karena penyakit Cushingoid yang ku alami.
Pertama mau ambil darah menggunakan colokan infus di kiri, gagal hanya dapat 1cc padahal dibutuhkan 6cc untuk sekitar 7 pemeriksaan darah. Akhirnya coba di kanan menggunakan suntikan biasa, dan gagal lagi. Lalu aku disuruh istirahat dulu, beberapa saat muncul suster lain dan menusuk lagi di kanan dan Puji Tuhan sukses terambil 6cc. Terakhir di cus pakai infusan untuk bius saat endoskopi karna yg kiri bengkak.
Semua ini ditanggung BPJS sepenuhnya di RS Pelni Petamburan. Tidak ada bayaran sama sekali untuk pasien yang keadaannya belum parah. (tidak membutuhkan alat atau obat lain) Pelayanan yg memuaskan. Kelas 2 dala satu kamar terbagi 9 kamar dgn horden. AC sangat dingin, dan ada TV LCD 21 inc. WC nya bersih, kloset duduk, dan ada shower serta cermin. 🚾 🚿
Saat aku pulang aku di daftarkan, katanya tanggal 15 Sept pagi kembali ke Dr. Agus.
15 Sept saat mendaftar katanya Dr. Agus sore bukan pagi, ternyata ia ada ujian kata salah satu petugas di lt. 2. Yasudah aku coba menunggu sampai sore, daripada bolak bali cape plus ongkos taxi jadi dobel. Beberapa saat aku mulai tidak enak badan, dan ada perawat bernama Neny bertanya pusing ya, terus ia berusaha mencari kamar Dr. yg tidak dipakai karna tidak enak melihat aku tiduran di kursi depan ruang praktek dokter. Aku diantar ke lt 1 disebelah pendaftaran BPJS ada ruang dokter, lalu aku tidur disana , tidak lama ternyata dokter tsb mau praktek, terpaksa keluar, dan ternyata aku gak gak gak kuat. Akhirya mamahku menanya pulang ajah ? Kebetulan ada taxi di depan (🚖 primajasa) lalu kami pulang, dan aku sempat muntah-muntah dan akhirnya jatuh sakit susah makan dan hanya makan bubur.
👉 Kira-kira seperti itulah pengalamanku, sampai saat ini aku belum sembuh total, tapi aku sudah lepas obat bufacaryl maupun penggantinya pada 25 agustus kemarin. Yeyyy... 👏
👉👉👉 Note:
Sebagian post ini mungkin bermanfaat bagi Anda, namun jangan terlalu pesimis dan mempercayainya, karena segala sesuatu mungkin sudah berubah menjadi lebih baik.
Maka jangan ada pikiran buruk terhadap tulisan Saya ini.
Dan Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak Rumah Sakit maupun Dokter.
Saya juga berterima kasih, karena berkat kalian semualah (Dokter) semua ini dapat berjalan dengan baik. Dan semua ini karena kesalahanku sendiri.
Mohon tidak dimasukan ke dalam hati.
Terima Kasih. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar